Cara Memulai Beriklan dengan Objective Conversion di Facebook Ads

Pernah beriklan dengan objective conversions di facebook ads? Kalau Anda belum pernah, saya sarankan, segera mulai!

Kenapa? Karena objective ini adalah salah satu yang powerful di dalam facebook ads.

1/ Apa itu Conversion Objective?

Dalam beberapa tahun terakhir, Facebook secara serius mengembangkan banyak objective baru di dalam platform periklanannya, salah satunya adalah Conversions. Dulu namanya Website Conversion, sekarang hanya Conversions karena di dalam objective tersebut sudah terdapat banyak channel konversi selain website.

Tempat mengatur campaign objective conversions

Jika Anda menggunakan objective jenis ini, maka campaign yang Anda jalankan akan memanfaatkan teknologi Facebook ads yang paling powerful: pixel.

Pixel adalah sebuah alat pelacak kode yang dipasang secara manual oleh pemilik website di dalam websitenya, untuk kemudian website tersebut terkoneksi secara langsung dengan Facebook.

Data yang dikirimkan ke Facebook beraneka rupa, meliputi siapa saja pengunjung website, jam berapa dia berkunjung, halaman apa yang dibuka, dan sebagainya.

Contoh Pixel Facebook Ads

Sebelum Anda bisa memanfaatkan campaign dengan objective Conversions, Anda harus memasang pixel terlebih dahulu di dalam website Anda. Cara memasangnya bisa Anda baca disini.

2/ Mempersiapkan Events dan Memastikannya

A/ Mempersiapkan Pixel

Saya asumsikan Anda sudah memasang pixel pada tahap ini dengan benar. Hanya untuk memastikan, at least Anda sudah harus memasang base pixel dan standard events di dalam website Anda.

Base pixel adalah kode pixel dasar seperti yang Anda lihat diatas. Sementara Standard events, atau saya biasa menyebutnya hanya events, adalah tindakan (optional) yang juga bisa direkam oleh facebook terhadap website yang dipasang pixel facebook tersebut.

Sebagai contoh, jika Anda ingin merekam siapa saja yang membeli di website Anda, maka Anda akan memasang event PURCHASE pada bagian tepat dimana orang tersebut telah melakukan tindakan membeli.

Terdapat 17 standard events yang bisa Anda pakai saat artikel ini dibuat (Desember 2018). Berikut daftar standard events Facebook Ads.

17 Standard Events Facebook Ads

Sekali lagi, jangan pusing. Anda bisa mendapatkan cara menginstall kode pixel tersebut disini.

Numpang iklan:Tapi kalau Anda masih bingung juga mengenai hal ini, kami di NESTschool.id bekerjasama dengan Facebook Asia Pacific membukaworkshop offline (2-3 hari) setiap bulannya khusus untuk mempelajari bagaimana menjalankan iklan di Facebook ads sampai convert. Silakan klik ini atau hubungi Dzaky Hanif di 0821.2089.8474 via Whatsapp.

Atau jika Anda kesulitan jarak, saya juga punya kelas ONLINE premium (2 bulan) yang bernama KelasKonversi.com yang mana Anda akan dapat belajar secara jarak jauh mengenai strategi Facebook Ads. Silakan klik kelaskonversi.com untuk mendapatkan info kelas terdekat.

Numpang iklan: Tapi kalau Anda masih bingung juga mengenai hal ini, kami di NESTschool.id bekerjasama dengan Facebook Asia Pacific membuka workshop offline (2-3 hari) setiap bulannya khusus untuk mempelajari bagaimana menjalankan iklan di Facebook ads sampai convert. Silakan klik ini atau hubungi Dzaky Hanif di 0821.2089.8474 via Whatsapp.

Atau jika Anda kesulitan jarak, saya juga punya kelas ONLINE premium (2 bulan) yang bernama KelasKonversi.com yang mana Anda akan dapat belajar secara jarak jauh mengenai strategi Facebook Ads. Silakan klik kelaskonversi.com untuk mendapatkan info kelas terdekat.

B/ Memastikan pixel Anda terpasang dengan benar

Anda akan melihat tampilan seperti ini pada saat Anda membuat adset, jika Anda telah memasang pixel Anda dengan benar. Lihat bagian yang saya beri kotak berwarna merah.

Perhatikan pada bagian dengan tanda button berwarna hijau. Beberapa orang akan berbeda tampilannya, alias berwarna merah. Jika masih berwarna merah, maka yang harus Anda lakukan adalah men-trigger pixel pada website dengan cara membuka salah satu halamannya. Penjelasan ini sudah ada di bagian cara memasang pixel.

Jika pada kotak berlabel “conversion event” Anda klik, maka akan muncul events mana saja yang sudah AKTIF dan belum aktif. Sebagai contoh diatas, di dalam dashboard ads manager saya tampak ada 3 events yang sudah aktif:

  • View content
  • Add to cart
  • Lead

Dan terdapat sisanya 14 events yang inactive.

3/ Memasang Iklan

Seperti yang sudah saya jelaskan pada materi dasar ini, inti dari memasang iklan Facebook ada 3:

  • Memilih objective,
  • Mengatur adset,
  • Mengatur ad.

Setelah memastikan hal diatas, Anda tinggal meneruskan pengaturan iklannya seperti biasa, dimulai dari mengatur audience yang Anda targetkan, biaya, dan jenis optimisasi. Setelah terpasang semua, Anda tinggal lanjutkan dengan mengatur ads seperti biasa.

Instruksi detail mengenai pengaturan adset secara lengkap ada disini.

4/ Hal penting seputar iklan Conversions

Saya lebih ingin membahas hal-hal penting dalam iklan jenis Conversions ini ketimbang detail pemasangannya yang Anda bisa pelajari sendiri. Banyak orang yang masih kebingungan pada konsep dasarnya.

A/ Berapa conversion yang dibutuhkan agar iklan kita dikatakan “matang” oleh Facebook?

Facebook setidaknya membutuhkan 50 conversions sebelum menyatakan iklan Anda menyelesaikan fase learning-nya. Conversions yang terjadi tergantung apa events yang Anda pilih. Saya katakan menyelesaikan fase learning (learning phase) bukan berarti ia serta merta matang.

Ada 2 kemungkinan setelah melalui learning phase: iklan Anda konklusif atau tidak konklusif. Maksudnya, setelah learning phase berakhir, jika iklan Anda konklusif, artinya iklan Anda jadi pintar dan menemukan kesimpulannya: “Ohh.. yang convert audience jenis ini toh.. Oke akan aku delivery iklannya ke orang jenis ini”.

Namun ada kalanya setelah learning phase usai, iklan Anda tetap bego. Artinya iklan Anda tidak konklusif, tidak menemukan kesimpulan. Ya kalau begini ceritanya, matikan aja iklannya.

Apakah harus selalu 50 conversions? Saya pribadi kadang kala mengambil kesimpulan lebih cepat dari learning phase di facebook ads.

B/ Kalau saya ingin jualan online, event apa yang harus saya gunakan?

Jika:

  • Toko Anda sudah aktif dan memiliki traffic,
  • Transaksinya terjadi di dalam website Anda langsung melalui payment gateway seperti Paypal, Stripe, Doku, atau sejenisnya,

Maka gunakan saja event Purchase secara langsung.

Tapi jika:

  • Toko Anda masih baru, belum ada traffic sama sekali,
  • Transaksi terjadi di dalam whatsapp ataupun offline (tidak langsung terjadi di dalam website),

Maka gunakan event secara bertahap, mulai dari content view, add to cart, hingga lead. Paling tidak itu dulu.

Sebentar mas, apa sih yang terjadi dalam iklan Conversions?

Ketika Anda menggunakan jenis campaign objective ini, maka Facebook akan mencari orang-orang yang menjadi user facebook dengan tingkat kemiripan aktivitas mirip dengan orang yang datang ke website Anda.

Misal web Anda dikunjungi oleh orang yang aktivitasnya baru-baru ini adalah membeli pernak-pernik Korea. Maka, ketika Anda beriklan menggunakan Conversions, Facebook akan berusaha mencarikan orang yang juga aktivitasnya hobi membeli pernak-pernik Korea juga. Yang dicari adalah aktivitasnya baru-baru ini.

Oleh karena itu, yang Anda perlukan adalah data. Semakin banyak transaksi di dalam website Anda, maka akan semakin mudah bagi Facebook untuk mencari orang yang purchase.

Jika Anda beriklan, lalu Anda yakin bahwa target Anda PASTI suka dan PASTI membeli barang Anda, maka gunakan langsung strategi event Purchase.

Jika Anda tidak yakin target Anda langsung membeli, maka gunakanlah View content terlebih dulu, atau Add to cart. Ibaratnya, Anda perlu membangun kedekatan dulu dengan mereka. Baru setelah dekat, mereka akan convert.

Mungkin cukup sekian dulu mengenai iklan Conversions. Artikel ini akan saya update seiring dengan pertanyaan yang muncul di bawah. Kalau nggak ada yang nanya, saya nggak akan update 😀


11 thoughts on “Cara Memulai Beriklan dengan Objective Conversion di Facebook Ads”

  1. Hi Mas Army,

    Jika Mas Army mau test iklan utk mengetahui apakah suatu produk laku atau tidak di Facebook, apa yg akan Mas Army lakukan?

    Misal harga jual produk Rp 150 RB. Profit Rp 50 RB.

    Apakah Mas Army akan melakukan test iklan dg objektif conversion? Pilih View Content atau purchase?

    Apakah Mas Army akan mematangkan pixel View Content dg CTW dulu sebelum melakukan WC VC berhubung pixel masih kosong?

    Mohon pencerahannya Mas Army. Thx.

    1. Balik lagi seperti yang saya jelaskan di artikel. Kalau toko saya sudah banyak terjadi conversion, maka yang saya lakukan akan langsung ke funnel terendahnya (atc, lead, atau purchase). Kalo toko saya beneran fresh, maka saya akan bangun dulu traffic dengan VC.

  2. Hallo Mas Army.

    Mau tanya, setelah pixel benar-benar ada traficc dan conversi,, nanti nya akan digunakan untuk objective conversion, pertama, apakah targeting untuk di ad set nya juga tetap harus diperhatikan benar-benar? sedangkan pixel nya sendiri nantinya akan mencarikan orang-orang yang tipikalnya mirip dengan aktivitas usernya. kemudian kedua, jika di iklankan di fb dengan konten iklan tidak ke web maka di orderlink sendiri nanti akan dihubungkan dengan pixel nya agar kedeteksi di dashboarnya, mungkin kah nantinya pixel nya akan jadi tidak sehat (campur dari orderlink dan web).
    Terimakasih 🙂

    1. 1. Targeting harus tetap diperhatikan.
      2. Saya nggak gitu paham pertanyaannya. Coba dijelaskan lebih jelas lagi struktur kata-katanya.

  3. Assalamualaikum mas Army,

    Saya mengikuti panduan mas army by email dan artikel dsini sangat membantu sekali,

    Saya membangun interaksi dengan PPE.
    Relevance score di engagement saya 8, kemudian saya lanjut ke conversion, lah jadinya 4. Itu artinya apa ya mas

    Nuwun mas

    1. RS 4, artinya ad creative kita kurang fit terhadap audience-nya. Memperbaiki RS bisa berdampak dengan peningkatan kualitas iklan kita. Caranya: ganti gambar/video-nya, deskripsinya, atau audience nya

  4. Assalamualaikum om army, selama ini saya hanya menggunakan objective PPE untuk iklan yg saja jalankan dan alhamdulillah hasilnya bagus, disisi lain saya sdh coba beberapa kali menggunakan WC dan CTW namun hasilnya kurang bagus. Mohon sarannya apa yg mesti saya lakukan mengingat saya ingin sekali memindahkan iklan yg saya jalankan saat ini sebagian menggunakan WC.

    Untuk yg kedua dari struktur iklan, mana yg lebih penting om audience targeting atau content (copywrting, ad image), karena saya pernah membaca beberapa literatur bahwa “konten yg bagus bisa membantu targeting yg buruk”.

    Yg ketiga bagaimana mengatasi winning campaign yg sdh masuk ke fase titik jenuh performa iklannya, yg imbasnya bnyak leads “busuk” yg masuk, kalau untuk dropshipper atau reseller mngkin opsinya bisa mengganti produk yg dijual dan bisa split test produk, bagaimana dgn produk owner yg hanya menjual single product, yg mana ga’ mngkin dgn mengganti produk lain dan mesti fight untuk produk yg dijual tersebut. Mohon saran dan masukannya om.

  5. Mas Army,
    Learning Phase itu terkait target audience nya atau jg terkait dg ads nya? Soalnya klo dr penjelasan yg sy tangkap, ini tentang pemilihan audience.

  6. Overall semua Konten,trit,articles etc whatever you name it BAGUS! Tapi, ada tapi nya! Bahasa nya menurut saya sangat tidak bersahabat,tidak friendly sama sekali (bahasa nya terlalu high) buat yang baru belajar ads, terlihat dari beberapa kosakata serapan yg terlalu “angkuh” buat orang-orang awam! Yang malah terkesan: tutorials ini hanya buat orang yang “merasa level nya HIGHHHHHHH”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *