3 Kemiripan Swing Trading dengan Facebook Ads Marketing Menurut Saya

Saya ingin berbagi sedikit mengenai aktivitas saya diluar iklan Facebook ads. Sehari-hari saya juga suka jual beli saham. Bukan day trader, tapi swing trading. Menurut Investopedia, swing trading artinya jual beli saham dengan rentang analisa hari atau minggu. Beda dengan day trader, yang jual beli di hari itu juga. Lebih berat day trader daripada swing trader.

Swing trader kerjanya lebih santai lebih simpel karena nggak harus setiap hari berjam-jam di depan komputer. Cukup analisa tren 1 jam per hari, beli, lalu kita tunggu beberapa waktu kemudian. Kalo lagi bagus, bisa untung > 10%, kalo lagi jelek ya mungkin 1%-an. Selama analisanya pas lagi beneran, saya gak pernah jarang losses, kecuali memang ada hal-hal yang terjadi karena faktor di luar market.

Biasanya swing trader memang tidak menjadikan pekerjaan tradingnya menjadi hal yang utama. Hanya sampingan, sambil mengerjakan pekerjaan utamanya.

Saya suka, karena skillset analisa yang dibutuhkan kira-kira mirip dengan beriklan di Facebook ads. Apa aja tuh?

1/ Menganalisa Pasar

Karena kita marketer, maka kita pasti sering menganalisa market, kan. Tren apa yang sedang berkembang, ada masalah apa, produk apa yang diminati oleh market, dan sebagainya. Sama saja di dunia swing trading. Kita harus menganalisa koin/saham mana yang lagi diminati, ada isu-isu apa saja yang berkembang, market sedang major bullish atau bearish, kira-kira begitu.

Kalau Anda ngaku sebagai marketer atau trader, tapi nggak mau nyebur ke dalam market untuk melakukan analisa, mungkin perlu direvisi pekerjaan Anda.

2/ Manajemen resiko

Dalam setiap market, selalu ada istilah untung/rugi. Makanya mindset pertama saya setiap masuk ke dunia bisnis baru adalah: bisakah saya me-manajemen resikonya? Resiko terbesar apa yang ada dan pernah dialami orang dan harus saya antisipasi dari awal?

Kalau persiapan Anda benar, produk yang Anda analisa benar, maka besar kemungkinan akan profit. Saya menyebutkan “kemungkinan”, karena di dunia ini apa sih yang pasti? Yang bisa kita lakukan hanyalah meng-optimalkan proses dan kemungkinan untuk profit.

Nah karena ini semua tidak pasti, maka don’t put all your egg into one basket. Lakukanlah manajemen resiko. Ingat bahwa manusia lebih merasakan “pedih” kehilangan Rp 100.000 daripada dapat untung 100.000. Namanya risk aversion. Butuh 3x lipat profit dengan nominal yang sama untuk menghilangkan rasa pedihnya.

Kalau dalam dunia Facebook ads, jangan pernah memulai dengan budget yang diluar kemampuan Anda, atau seluruhnya Anda lempar dalam 1 hari. Kalau budget Anda hanya ada 1 juta, maka salah satu caranya adalah bagilah dalam 10 hari. Kenapa? Karena market setiap harinya bergerak, dan tidak semua login di setiap hari. Saya sendiri sudah pernah membagikan beberapa strategi seperti Manual Bidding brake system, 100 Adsets Killing Field, dan sebagainya di KelasKonversi.com. Siapa tau Anda mau join juga 😀

3/ Menjinakkan rasa rakus dan takut mati

Ini yang paling penting dan paling sulit. Masalah orang trading dan facebook marketer itu sama: menaklukkan diri sendiri. Sudah dapat profit 5%, mau dimatikan, atau diteruskan? Kalau nanti ternyata bisa potensi naik 12% gimana?

Hayoo.. Ngerasa rugi gak nih hahaha..

Itu screenshot diatas, sering banget kejadian. Dulu awal-awal trading, selalu nyesek, terus pas mau sell, ada setan yang bisikin: “Ntar ajaa.. Bisa naik lho jadi sekian persen.. Inget kemaren..”. Pas beneran diturutin, eh malah harus cut loss hahaha.. Lama-lama saya jadi terbiasa black heart thick face kalau kata author Amerika yang terkenal kata Chin-Ning-Chu.

Pada prakteknya di dalam dunia Facebook ads, saya punya quote buat diri saya sendiri: “Saya tidak membutuhkan winning campaign. Yang saya butuhkan adalah winning system”.

Kalau takarannya adalah hanya mendapatkan winning campaign, ada fase “beginner luck” yang paling berbahaya. Kita berpikir bahwa ketika kita mendapatkan winning campaign, kita udah hebat. Padahal itu cuma pas lagi hoki aja. Akibatnya kita terlena. Suatu saat ingin mengulangi, gagal semua.

Website Farnam Street

Shane Parish, seorang pakar mental model dan pengelola website Farnam Street, mengatakan dalam ceramahnya, “make it a little less about luck everyday”. Kita nggak boleh terlalu banyak “beruntung”. Dengan begitu kita tau dengan sungguh-sungguh apa yang harus kita kerjakan, untuk mendapatkan hasil sesuai dengan apa yang kita harapkan.

Beda jika kita memiliki sistem yang memang kita bangun dari kegagalan dan kegagalan. Benar-benar sebuah sistem yang robust, kuat, kokoh. Ini yang jangka panjang, dan senantiasa diperbarui. Tingkat keterulangannya tinggi. Kita bisa mengulangi winning campaign kita lagi dan lagi, dan jadi tidak mudah baper. Kalau iklan sudah jelek, ya kill aja. Ganti dengan iklan yang baru. Perbaiki. Tidak takut akan hari esok. Tidak takut perubahan. Siap mati dan siap bangkit lagi.

See, sama kan dengan dunia trading? Kira-kira 3 hal ini yang bisa saya bagikan kepada Anda, semoga bermanfaat. See you!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *