Mengilhami 3 Hal yang Dibagikan oleh Ray Dalio, Founder Hedge Funds Terbesar di Dunia

Selamat Idulfitri 1439 H buat teman-teman yang merayakan! Semoga Allah menerima amal ibadah kita selama bulan Ramadhan.

Dalam sebuah kesempatan sekitar 8 tahun yang lalu, founder Bridgewater Associates (sebuah lembaga hedge funds terbesar di dunia), Ray Dalio, pernah membagikan sebuah educational video 30 menit, tentang “How The Economic Machine Works“. Video itu bisa Anda tonton disini.

Kalau Anda males nonton video ini, saya ingin menyampaikan inti advice beliau langsung. Ray Dalio memberikan simpulan akhir 3 hal penting yang perlu Anda adaptasi dalam kehidupan ekonomi:

  1. Don’t have debt rise faster than your income (jangan memiliki hutang yang lebih cepat tumbuh daripada pendapatan)
  2. Don’t have income rise faster than your productivity (jangan memiliki pendapatan yang lebih cepat tumbuh daripada produktivitas)
  3. Do all that you can to raise productivity (Lakukan sebisa mungkin untuk meningkatkan produktivitasmmu)

Bagaimana hal ini saya adaptasi ke dalam kehidupan dan bisnis?

Pertama,

Ray Dalio mengatakan bahwa hutang memberikan dampak peningkatan kehidupan perekonomian. Mengapa? Karena jika seseorang berhutang, maka ia relatif meningkatkan pengeluarannya, dimana pengeluaran tersebut adalah pendapatan bagi orang lain. Artinya semakin banyak hutang, akan semakin “mensejahterakan” orang lain, karena inti peningkatan ekonomi adalah peningkatan produktivitas. 

Saya tidak hendak membahas hal “hutang” dan kaitannya dengan riba. Saya hanya ingin menyoroti ide bahwa meningkatnya pengeluaran, akan meningkatkan produktivitas secara agregat. Jadi tolong pembahasan ini jangan dikaitkan dengan diskusi tentang riba yang akan jadi malah membuat inti diskusinya melebar.

Bagaimana jika saya tidak mau berhutang? Selain berhutang, tentu ada cara lain untuk meningkatkan pengeluaran ini, salah satunya adalah dengan “joint venture” atau kerjasama. Jika saya ingin produktivitas saya naik, maka saya akan berjuang semaksimal mungkin untuk memperbanyak silaturahim dan kerjasama dengan orang lain. Intinya tetap sama: bagaimana kita bisa meningkatkan pengeluaran produktif. 

Kedua, 

Jika peningkatan income saya lebih cepat daripada peningkatan produktivitas, maka saya harus “bersiap-siap” mengalami resesi. Dikatakan oleh Ray Dalio bahwa jika kita mengalami hal demikian, maka suatu hari nanti kita akan menjadi tidak kompetitif. Kenapa?

Anda bisa bayangkan seperti halnya dropship. Jika barang yang kita jual overprice, kita akan mendapatkan lonjakan income. Tapi setelah beberapa saat, orang akan mulai mengenali bahwa barang kita overprice, dan tiba-tiba produk kita jadi tidak signifikan. Coba terapkan ke diri sendiri. Begitu kita mulai “overprice” diri kita sendiri, maka lambat laun diri kita akan menjadi uncompetitive.

Ketiga, 

Tetap, produktivitas adalah segala-galanya. Produktif mencetak nilai tambah, terus berkembang, menumbuhkan value, dan tidak berhenti. Berhenti berarti mati. Ukuran dari produktivitas mungkin bisa diukur dari berapa banyak belanja barang modal kita, berapa banyak spending produktif, berapa banyak operating expenses kita yang efektif, berapa banyak waktu yang saya habiskan untuk bekerja, berapa banyak dollar yang saya dapatkan, dsb.

Keep tracking your number. Saya akan tahu secara otomatis ketika saya sudah mulai tidak produktif.

Demikianlah 3 hal tersebut semoga bisa menjadi inspirasi perubahan untuk kita. Jika Anda suka dengan pengembangan diri + peningkatkan kemampuan finance, saya sarankan Anda mengikuti Ray Dalio, salah satu tokoh yang amat sangat saya ikuti advice-nya.

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*