Jangan Sayang-sayangan..

Pernah dengar istilah “set & forget” ads?

Kondisi ideal dan impian memang indah. Tapi kenyataannya tidak semanis itu. Beberapa jenis campaign memang bisa dibuat set & forget, tapi 90% iklan Facebook di luar sana, nggak. Itulah kenapa saya bukan big fan of winning campaign mindset, melainkan winning system. Kalau Anda merasa mencari winning campaign itu sulit, maka ketika sudah dapat, akan “dieman-eman”, disayang-sayang, dalam artian takut mengubah ini dan itu.

Akhirnya pada saat terjadi “hari yang dijanjikan” oleh Facebook, kita kaget dan bingung harus ngapain.

Ya bener sih set and forget.. and die.

Salah satu diantara bagian dari winning system adalah sistem pengambilan keputusan KAPAN iklan kita harus diperbaiki dan diganti.

Kalau Anda bisa membaca metrics, lalu taat dengan metrics yang sudah Anda sendiri buat, maka itulah hakimnya. Lakukan refreshment. Apa yang harus di refresh?

  • Targeting
  • Image/video
  • ad copy
  • bahkan mungkin.. angle
  • Atau mungkin… advertisernya 😀

Lho semuanya mas?

Ya memang hampir semuanya 🙂 Itulah kenapa jangan baper.

Kenapa iklan Facebook bisa tiba-tiba anjlok?

Setiap hari iklan kita dinilai oleh facebook. Mereka menggunakan 1-day window attribution untuk melakukan penilaian. Ingat, 1-day. Bukan 28-day atau lebih. Artinya, ada kemungkinan iklan kita bisa busuk keesokan hari secara tiba-tiba. Kalau besok ada gelombang iklan yang sama di niche kita, atau ada big brands lagi buang uang, ya wassalam. Mungkin tergusur. Mirip dengan SEO. Traffic Anda bisa hilang dalam hitungan hari kalau secara fundamental kurang kuat.

Iklan yang sudah terlalu lama, akan mengalami saturasi. Yang melihat itu-itu saja. Berputar di orang yang sama. Tidak akan diperbesar lagi oleh facebook karena facebook secara prinsip tidak akan menyebarkan iklan yang “buruk”. Kira-kira begini lingkaran setan-nya.

Dengan lingkaran setan seperti ini, kita harus tangguh. Berani. Teguh. Karena setiap yang hidup pasti mati. Strong.

Begitu iklan Anda hancur berkeping-keping, ingatlah, pelaut yang ulung tidak dilahirkan di samudra yang tenang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*