Penjabaran Lengkap Mengenai Objective Facebook Ads

Artikel ini adalah pendalaman dari artikel tutorial Belajar Facebook Ads yang bisa Anda dapatkan disini. Jadi jika Anda belum pernah beriklan di Facebook Ads lalu tanpa sengaja tiba di halaman ini, maka saya sarankan untuk menuju ke artikel tutorial terlebih dulu agar mendapatkan pembahasan yang runtut.

Oke let’s start.

Facebook Ads Objectives

Apakah objektif itu? Objektif adalah goal. Setiap marketing campaign harus memiliki goal, apakah ingin mendapatkan klik, pendaftaran, konversi, atau apapun. Marketing campaign tanpa goal dan perencanaan yang matang, akan membuat kita hanya membakar uang saja.

Untuk itulah kemudian Facebook membuat pembagian objektif yang harus ditentukan di awal pada saat Anda mulai memasang iklan.

Facebook Ads sampai detik ini (Juli 2017) memiliki 10 objektif inti. Berikut ini objective yang tersedia di Facebook Ads.

objektif facebook ads

Apa saja manfaatnya? Mari kita bahas satu demi satu

1/ Brand Awareness

Penjelasan: Brand awareness adalah objektif facebook yang tergolong baru. Pilihan objektif ini diberikan Facebook kepada advertiser yang bertujuan ingin meningkatkan kepedulian, awareness, perhatian, terhadap brand/campaign yang diusung. Biasanya objektif ini digunakan oleh agency untuk membooster brand-brand besar.

Key Performance Indicator (KPI): Keberhasilan iklan ini diukur dengan matriks utama Ad Recall Lift. Apa maknanya? Ad Recall Lift adalah angka yang menunjukkan seberapa banyak orang yang akan mampu mengingat kembali iklan Anda jika ditanyakan dalam 2 hari kedepan. Itu matriks yang digunakan oleh Facebook. Artinya, semakin iklan Anda mampu memberikan awareness, akan semakin tinggi jumlahnya. 

Kapan objektif ini digunakan: Pada saat Anda ingin membangkitkan perhatian audience akan sebuah fitur tertentu, Anda ingin mengukur seberapa besar perhatian orang terhadap iklan Anda, gunakanlah objektif ini.

Optimisasi: Brand awareness, Reach. 

2/ Reach

Penjelasan: Reach/jangkauan adalah objektif paling dasar dari Facebook. Pilihan ini diberikan oleh Facebook kepada orang yang ingin agar iklannya sekedar menjangkau audience, tanpa ada bobot optimisasi apapun dari sisi Facebook. Sekedar informasi untuk Anda, audience yang disajikan facebook kepada advertiser pada hakikatnya adalah audience yang telah di optimisasi. Misal anda objektif brand awareness, maka audience nya adalah orang yang tend to aware pada saat iklan Anda akan ditayangkan. Nah, untuk objektif reach, tidak ada kriteria apapun dari facebook. Iklan Anda hanya sekedar tayang.

Key Performance Indicator (KPI): Keberhasilan iklan ini diukur melalui jumlah reach. Semakin tinggi reach iklan Anda dibandingkan dengan budget yang sama, maka semakin baik. 

Kapan digunakan: Pada saat Anda sudah benar-benar mengenal audience Anda, dan sudah membangun sebuah kedekatan, sehingga iklan Anda dinanti-nantikan oleh mereka. Misal: iklan perusahaan kepada karyawannya, iklan toko kepada pelanggan tetapnya, dsb. Iklan jenis ini juga mirip dengan broadcast dalam bentuk iklan.

Optimisasi: Reach, Impression.

3/ Traffic

Penjelasan: Sebelum bernama traffic, objective ini dinamakan click to website. Tujuannya adalah mendatangkan klik sebanyak-banyaknya ke dalam website Anda. Meski demikian, optimisasi yang dilakukan Facebook ke dalam campaign dengan objective ini hanyalah optimisasi klik, yang artinya Facebook tidak memberikan bobot kualitas konversi. Facebook hanya terfokus kepada behavior klik tanpa mempertimbangkan apakah klik tersebut bernilai konversi setelah klik (post click conversion) atau tidak.

KPI: Semakin banyak klik yang Anda dapatkan dengan harga yang murah, semakin baik iklan Anda. Patokan yang umum adalah harga klik CPC (cost per click) dan CTR (click through ratio).

Kapan digunakan: Jika Anda beriklan non-ecommerce, misal website berita atau website sosial, maka objektif ini akan memberikan hasil yang sangat baik. Iklan jenis ini mengoptimalkan jumlah klik sehingga Anda bisa mendapatkan visitor website yang banyak. Sebaliknya jika Anda beriklan ecommerce, audience yang didapatkan dari objektif jenis ini cenderung memiliki angka konversi yang rendah jika dibandingkan objektif lain seperti website conversion.

Optimisasi: Link clicks, impressions, daily unique reach

4/ Engagement

Penjelasan: Engagement adalah sebuah objektif yang paling “purba” di Facebook. Karena Facebook adalah media sosial, maka terjadinya engagement adalah sebuah goal utama. Di dalam engagement termasuk: like, comment, share, clicks. Artinya audience kita terlibat dalam postingan kita.

Key Performance Indicator: Semakin banyak angka engagement yang Anda dapatkan dan semakin murah, maka iklan Anda berhasil.

Kapan digunakan: Anda harus menggunakan objektif ini jika mengincar terjadinya banyak interaksi di postingan Anda. Facebook akan melakukan optimisasi dengan mencari orang-orang yang bisa dan biasa berinteraksi pada saat iklan Anda diluncurkan.

Optimisasi: Engagement, impression

5/ Apps Installs

Penjelasan: Seperti namanya, apps installs merupakan objektif yang digunakan untuk meningkatkan keberhasilan campaign sebuah aplikasi mobile. Syaratnya, Anda harus memiliki aplikasi yang terdaftar dulu di Facebook. Terus terang hingga hari ini saya belum pernah menggunakan iklan ini karena saya tidak pernah beriklan aplikasi.

KPI: Angka app Install. Semakin efisien jumlah instalasi aplikasi, maka campaign Anda berhasil

Kapan digunakan: Jika Anda ingin mengiklankan aplikasi yang dapat diinstall di mobile

Optimisasi: App Install, Link Clicks, App events, Video views

6/ Video Views

Penjelasan: Terkadang kita menginginkan iklan kita tayang dalam bentuk video, untuk memberikan gambaran mengenai sebuah jasa atau tutorial tertentu dengan lebih utuh. Nah, objective ini bisa Anda gunakan untuk menjangkau audience yang siap dan bisa menerima iklan berupa video.

KPI: Dalam iklan video, iklan Anda dikatakan berhasil jika harga per video views murah pada audience yang tertarget. Perhatikan angka Cost per Video Views. 

Kapan digunakan: Jika Anda beriklan ecommerce, ingin memberikan gambaran mengenai sebuah fungsi dari produk, atau video teaser materi tertentu.

Optimisasi: Video views, Daily Unique Reach

7/ Lead Generation

Penjelasan: Iklan ini membantu Anda untuk mendapatkan leads. Lead bisa berupa email, isian, dsb. Facebook memiliki form yang bisa Anda isi. Kelebihannya dibandingkan dengan form lead sendiri, tampilan dari Facebook Lead Generation ads bersifat native dan speedy. Cepat. Tanpa harus me-loading sebuah website lagi. Tahun lalu saya pernah membuat penjelasan mengenai lead generation ads yang bisa Anda tonton dan simak disini.

.

KPI: Dalam iklan Lead Generation Ads, iklan Anda berhasil, jika angka efisiensi lead generation Anda tercapai. Indikator yang harus Anda perhatikan adalah angka Cost per Lead.

Kapan digunakan: Jika iklan Anda bertujuan menciptakan growth dan membangun list.

Optimisasi: Leads dan Link Clicks.

8/ Website Conversion

Penjelasan: Ini adalah objektif yang paling sering digunakan oleh ecommerce, karena titik tekannya adalah profit. Facebook bisa membantu Anda mencarikan audience yang siap untuk bertransaksi dengan Anda dan membeli barang dari toko Anda. Sepanjang saya beriklan, objektif ini adalah salah satu yang paling sering saya gunakan.

KPI: Keberhasilan dalam objektif ini bertahap, mulai dari cost per content views, cost per add to cart, cost per initiate checkout, hingga cost per purchase. Semua tergantung funnel yang diterapkan di website.

Kapan digunakan: Ketika Anda menjalankan ecommerce, maka Anda membutuhkan iklan dengan objektif ini

Optimisasi: Conversion, link clicks, impression, daily unique reach

9/ Product Catalog Sales

Penjelasan: Ini jenis iklan yang menampilkan secara otomatis katalog produk toko Anda. Untuk memanfaatkan objektif ini, dibutuhkan sebuah asset baru yakni catalog untuk dibuat dalam business manager. Nanti akan saya bahas pada kesempatan lain, apa saja aset yang ada di dalam sebuah business manager.

Campaign jenis ini agak unik, karena dimaksudkan untuk melakukan proses remarketing. Kalau Anda pernah lihat di suatu waktu muncul iklan dari Tokopedia atau Bukalapak yang berisi produk yang Anda buka beberapa waktu lalu, nah kemungkinan besar iklan tersebut adalah iklan dengan menggunakan fitur ini.

Berikut ini saya contohkan sekilas mengenai targeting yang ada di campaign PCS

KPI: Seperti halnya website conversion, keberhasilkan iklan ini adalah terjadinya konversi di toko Anda

Kapan digunakan: Saat Anda ingin melakukan remarketing kepada audience yang sudah berkunjung ke toko Anda

Optimisasi: Link clicks, impression, conversion event

10/ Store Visits

Penjelasan: Pada saat artikel ini saya buat, masih terdapat bug di Facebook mengenai objektif ini yang mana advertiser belum bisa memanfaatkannya. Namun dari penjelasan singkat yang saya baca, iklan jenis ini digunakan untuk Anda yang ingin meningkatkan terjadinya kunjungan di toko fisik Anda. 

KPI: unknown yet.

Kapan digunakan: Saat Anda menginginkan terjadinya trafik offline di toko fisik Anda

Optimisasi: unknown yet.

 

 

10 Comments

  1. Lengkap banget mas penjelasannya. Objective yg paling purba itu paling sering digunakan hehe. tapi sekarang sudah banyak yg paham pixel, jadi entah kenapa lebih banyak iklan CTW yg seliweran di timeline dari pada iklan PPE

  2. hallo mas armi, saya mau tanya. untuk bisnis ecommerce menggunakan objective website conversion apakah baik kalo belom ada sama sekali sales? saat ini saya masih pakai objective traffic link click .

    • kalau belum ada sales, mungkin bisa menggunakan objective yang lain dulu sampai terjadi sales, atau mode optimisasi yang lain

  3. Thanks mas, penjelasannya lengkap sekali.

    Mau tanya tentang Web conversion.
    Misal ada orang buka web via iklan, dia cuma lihat2 aja.
    Terus besoknya dia baru beli via Web langsung.
    Nah itu di laporan performa iklannya orang itu masuk purchase nggak? Karena dia beli nggak lewat iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*