Ada 5 Hal Yang Penting Anda Tanamkan Selama Mengembangkan Bisnis dengan Facebook Ads

Beberapa hari lalu saya mengikuti kelas fotografi yang diselenggarakan oleh kang Ilham Taufiq yang mana kelas ini adalah upgrading dari workshop Niche Market Mastery (NMM). Dari beberapa jam kelas tersebut diselenggarakan ternyata saya mendapatkan sebuah hikmah, pencerahan, dan kekuatan. Apakah tentang fotografi? Sebagian 😀 Tapi lebih banyak saya merenung tentang pembelajaran-pembelajaran penting selama saya berkutat dengan Facebook Ads. Nah.. Silakan dikonsumsi pelan-pelan.

1/ Occams Razor

Pada tahun 1285-1349 ada seorang filsuf kenamaan yang bernama William Ockham mengatakan “Entia non sunt multiplicanda praeter necessitatem” yang mana artinya : “sesuatu tidak perlu dilipatgandakan entitasnya jika tidak perlu”.

Dari prinsip tersebut berkembanglah ide mengenai apa yang dinamakan Occam Razor. Artinya, kadangkala solusi dari sebuah masalah itu tidak lah serumit dan sekompleks yang kita bayangkan. Sering sekali solusi dari masalah yang kita hadapi adalah yang paling sederhana penjelasan logisnya. Kita tidak perlu lebay dalam mencari solusi sebuah permasalahan. Pikirkan yang sederhana dulu, terapkan, apakah memang logis, lihat hasilnya. Bertahap sampai ke solusi yang paling kompleks.

Contoh paling sederhana, misal anak Anda membawa uang 1000 rupiah di kantongnya pada saat berangkat sekolah. Lalu pada saat pulang, Anda lihat isi kantongnya kosong. Tidak ada lagi uangnya. Apa penjelasannya? Kok bisa?

  • Di tengah jalan ada alien yang mengambil uangnya?
  • Ada razia polisi di kantong anak kecil?
  • Atau…. Ya dipake aja jajan sama anaknya?

Jawabannya yang paling logis dan simpel, biasanya yang paling bener atau mendekati bener. 

Nah sama dengan toko online. Kita belajar kesana kemari mengenai iklan Facebook ads sampai hal-hal yang paling kompleks, seringkali solusinya adalah hanya mengganti creative. Kenapa saya bisa mengatakan demikian? Karena saya sudah mengalaminya berkali-kali. Hanya mengganti creative, mengganti variasi produk, kembali happy iklannya. Saya gak bilang ini mudah, saya hanya bilang ini simpel. Jadi saya coba ingin mempelajari, bagaimana proses membuat creative, susah atau tidak, aspek apa yang harus dikuasai, dan sebagainya. Itulah kenapa alasan saya coba ikut kelas fotografi.

Hasil foto dari kelas fotografi 😀

2/ Attention to the detail

Banyak sekali Internet Marketer di Indonesia yang maunya “gampangnya” aja, tidak mau giving attention to the detail. Saya mengamati hal tersebut, karena kadang saya kejeblos disana.

Sebagai seorang yang punya mesin kecerdasan Insting (kalau Anda belum tau apa itu mesin kecerdasan, silakan googling STIFIN), focus on the detail memang lebih susah daripada orang kebanyakan. Tapi bukan berarti kalau Anda bukan insting terus Anda jadi hebat fokusnya. Fokus pada hal detail itu membutuhkan energi, dan kodratnya manusia adalah menyimpan energi, malas mengeluarkannya. Jadi bisa saya simpulkan bahwa focus on the detail adalah masalah semua orang. Banyak orang yang tidak sabar, pengen segera kaya.

Belajar fotografi kemarin, memberi refleksi pada saya bahwa dengan memperhatikan benar-benar “peluru” yang kita gunakan dalam iklan, akan meningkatkan ribuan kali lipat probabilitas keberhasilan kita. Saya pernah spent hampir $7,000 untuk produksi image yang banyak tapi biasa-biasa aja gak ada sentuhan detailnya. Hasilnya? Loss. Sedangkan dengan hanya invest beberapa ratus dollar untuk 1 image yang benar-benar difikirkan, hasilnya malah ribuan kali lipat.

Yang lain sibuk ambil gambar para model, dia sibuk foto kucing

3/ Networking/Silaturahim

Manusia tidak akan bisa berhasil sendirian. Selalu ada peran serta orang disana. Entah orang yang mengajarkan Anda memasang iklan, mengajarkan Anda mindset, model yang Anda foto, sampai buruh atau penjahit produk yang Anda jual. Maka jangan berhenti di depan laptop. Berjejaring, berteman, membangun hubungan. Mungkin bisa ada yang dikerjakan sekarang, mungkin di masa depan, who knows? SEMUA perubahan besar dalam hidup saya adalah karena saya berusaha membangun hubungan dan networking.

Saya sarankan networking tidak melulu dengan suha suhu mastah mastih.

Lho terus siapa? Bertemu supplier, bertemu reseller, bertemu teman lama, bertemu temannya teman yang direkomendasikan, silaturahim dengan orang yang di luar pekerjaan dan bidang kita, dsb. Itu contoh-contoh sederhananya. Kenapa kok gitu? Agar ilmu dan pengetahuan Anda berkembang. Contoh Eka bagus, dia sudah networking dan berteman dengan para praktisi NLP, cewek-cewek jomblo, dan lain-lain. Temannya dimana-mana. Atau Imam Assamaqandy, temannya orang-orang Korea, mahasiswi Al Azhar, atau Khalid yang temannya para driver Uber.

Makan-makan di Sate HM Harris, Asia Afrika, Bandung

4/ Hukum Pareto

Seorang filsuf kenamaan, Pareto, mengatakan dalam sebuah ungkapan yang populer sepanjang masa: dunia menganut hukum 80:20. Artinya apa? Kebanyakan 80% usaha hanya menghasilkan 20% keuntungan, sementara ada 20% usaha yang menghasilkan 80% keuntungan. Kira-kira maknanya demikian.

Kalau saya ambil kasus di kelas bantai fb ads, ada beberapa murid yang saya tau mereka nggak gitu pinter-pinter amat mengenai FB ads, tapi karena memfokuskan 80% energinya ke hal-hal yang memang worth it, resultnya luar biasa. Apa itu hal-hal yang worth it? Seperti yang pernah saya ulas di kelas :

“Ad creative/produk yang baik bisa menyelamatkan settingan yang buruk,
Tapi ad creative/produk yang buruk tidak akan pernah bisa membantu settingan yang baik”

Jadi orang tersebut benar-benar fokus membuat ad creative yang baik. Apa itu ad yang baik?

Ad yang memang diperhatikan seluruh detailnya sehingga akhirnya convert. Mulai dari persona nya, pesannya, detailnya, gambarnya yang bagus, jika itu video maka video yang jelas pesan di dalamnya, jelas gambarnya, dan sebagainya. Itulah kenapa banyak perusahaan besar berani spent puluhan juta rupiah hanya untuk membuat video pendek 55 detik sebagai iklan. Kalau Anda mau belajar lebih lanjut mengenai bantai fb ads bisa baca disini.

Momen langka ibu-ibu pebisnis UKM minta foto (Roadshow Chapter Depok)

5/ Ilmu Sabar

Orang-orang yang ahli fotografi, malang melintang di Discovery Channel, sanggup bertahan berhari-hari di padang tandus untuk mengambil momen yang pas. Seorang sniper sanggup bertahan di posisi yang sama dalam puluhan jam hanya untuk memastikan tidak ada lagi musuh yang berkeliaran.

Apakah kita sudah memiliki kesabaran yang sama dalam proses?

Apakah kita sudah mengadopsi kesabaran Nuh dalam menghadapi cercaan orang yang mengatakan dia gila karena membuat bahtera di puncak bukit? Seorang Nabi yang meneladankan fokus dan maha setia dengan impiannya.

“Dan jadikanlah Sabar dan Sholat sebagai penolongmu.”

Literally, ayat ini buat saya punya daya magis yang hasilnya adalah pasti untuk mewujudkan mimpi.

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*