12 Api Kepemimpinan

Saya masih ingat fragmen-fragmen kejadian saat ospek HMM dulu.. 13 tahun lalu.

Kejadian yang paling teringat, saya dipaksa push-up kepal diatas jalan beraspal dan dibawah guyur hujan deras. Tangan terluka, fisik hancur lebur, tapi saya sadari perlahan bahwa jiwa saya membaja..

Hari ini, tidak terasa sudah tiba hari ke-4 saya disiksa di Pakuan. Selama beberapa hari ini saya seperti terseret di kenangan masa lalu itu..

Coach Imam Elfahmi menguras jiwa dan otak saya, membangkitkan nyala-nyala api, mencabik-cabik rasa hampa yang selalu menghantui saya selama ini.

Kalau boleh saya rangkum selama 4 hari ini, saya mengilhami 12 hal besar yang coba dijejalkan masuk oleh Coach Fahmi ke dalam kepala saya.

1. Menantang proses

Seorang leader adalah mereka yang menantang pesimisme. Ia menjembatani ketidakmungkinan-ketidakmungkinan. Ia menolak dijajah oleh masalah.

2. Pembelajar sejati

Hanya yang kuat yang bisa menguatkan. Seorang leader tak berhenti belajar sampai ia mati. Carol Dweck menyebutkan bahwa seorang leader mempunyai mindset yang bertumbuh.

3. Menguasai diri

Tidak mungkin lahir pemimpin dari jiwa yang selalu takluk oleh diri sendiri. Takluk oleh keletihan, kelemahan, penundaan, keputus-asaan.. No way!

4. Menagih hasil brutal

Pemimpin tanpa hasil, ibarat kawanan bebek di jalanan. Mereka hanya bergeser dari satu tempat ke tempat yang lain. Bergerak dalam kekosongan. Hasil! “Saya tau ini bukan hasil dari kerja keras!”, kalimat ini yang sering diungkapkan oleh CF kepada saya.

5. Pengambil keputusan

Orang yang tidak bisa mengambil keputusan, sanggup menanggung beban resiko, berani bersimbah darah, tidak bisa menyebut dirinya sebagai seorang pemimpin.

6. Penuh syukur

Seorang pemimpin adalah mereka yang bisa bersyukur, mengizinkan dirinya menjadi bagian dari rencana-rencana besar Sang Maha Kuasa, menyadari bahwa ia tak sendiri.

7. Mengendalikan perubahan

Setiap saat, zaman selalu berubah. Ada yang datang dan ada yang hilang. Pemimpin yang bisa bergerak diatas perubahan, dialah yang menang.

8. Memberi dan menerima masukan

Masukan adalah hal yang penting bagi para leader dan follower. Konsisten dalam memberi dan menerima feedback, membuat organisasi bertumbuh ke arah yang lebih baik.

9. Memiliki tujuan yang jernih

Tidak akan pernah satu kalipun lahir pemimpin di dunia ini yang tidak memiliki tujuan yang jernih, narasi sederhana dan membumi, menjejak, tegas, lurus.

10. Menunjukkan arah dan cara

Sudah menjadi hakikat pemimpin untuk menunjukkan kemana harus melangkah. Pemimpin memiliki peta dan meyakini jalan yang ia pilih adalah benar dan menggerakkan ke tujuan.

11. Memanggul beban

Pemimpin adalah mereka yang menyediakan bahu untuk menjadi lompatan orang-orang di sekelilingnya.

12. Menghormati kehidupan

Pemimpin adalah manusia yang respek dan menghargai kehidupan. Mereka adalah sang pengagum semesta, selalu menemukan kebaruan dalam alam.

Saya menyebut 12 ilham ini adalah api yang mentenagai perubahan, menggerakkan jiwa saya, membangunkan singa dalam diri, dan membuat saya menemukan makna kehadiran di dunia.

===

Tidak banyak yang bisa saya lakukan. Tangan saya hanya 2, kaki saya hanya 2. Saya hanya punya impian, saya bisa membidani lahirnya jutaan pengusaha yang ribuan kali lebih hebat dari saya.

Impian saya bukan impian edmund Hillary yang merengkuh puncak Alpen pertama kali. Saya hanya cukup menjadi Tenzing Norgay yang bisa mengantar Anda merengkuh puncak Alpen. Saya siap menjadi daya dobrak Anda menembus batas-batas lemah.

Hormat saya kepada Coach Imam Elfahmi, semoga ayahanda sehat selalu, terus membuat jutaan manusia di dunia bergerak.

Saya berbagi insight bisnis dan bebas Anda kuras di: Telegram Scaleup Forum: t.me/scaleup

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*