Refleksi Akhir Tahun 2016

Disadur dari channel telegram saya, scaleup.


Sore semua..

1/ Semua platform apapun melakukan improvement/perbaikan dengan pola yang sama : pertama kuantitas, menuju ke kualitas. Apa maksudnya?

2/ facebook ads, dulu mengandalkan banyaknya advertiser, masifnya iklan, yang penting kuantitasnya. Namun sekarang, sudah mulai melihat kualitas. Semua kualitas yang diukur. Kualitas iklan, kualitas advertiser, dsb.

3/ Google pun sama. Untuk me-ranking keywords, dulu mungkin cukup dengan stuffing keywords. Asal masif dan banyak, backlink brutal, bisa ranking. Namun sekarang, dilihat satu-satu mulai kontennya, backlink-nya, dsb.

4/ Narasi besarnya adalah Quality over Quantity. Dan sudah menjadi naluri bahwa manusia mencari kualitas yang terbaik.

5/ Kuantitas adalah sesuatu yang scalable. Namun kualitas, tidak semudah itu. Dibutuhkan effort yang besar untuk membuat ads berkualitas, offer yang berkualitas, konten yang berkualitas. Dan sudah menjadi hukum alam, effort tidak bisa semudah itu diduplikasi

6/ Makanya saya sering merenung, apakah kita sebagai anak IM mau terus menerus mengandalkan kuantitas? Spam, klonengan, auto-generate, dsb.

7/ Kenapa nggak kita mulai dari membangun sesuatu yang orang lain malas membangunnya.

  • Membangun toko online yang stok sendiri, produk sendiri, tentulah susah dan malas.
  • Membangun website yang authority, dipercaya, dikenal orang, apalagi! Males lah harus bertahun-tahun membangunnya!

8/ Dalam buku Get Smart (How to think and act like the most successful and highest-paid people in every field), Brian Tracy mengatakan dalam bab pertama, ciri khas orang-orang sukses yang paling mencolok adalah adanya Long Term Perspective. Perspektif jangka panjang. Bukan untuk makan hari ini saja, tapi sampai seterusnya & selamanya

9/ Makanya orang-orang ini dengan ketekunannya, menurut pengamatan saya, jarang tergiur dengan kehidupan orang lain

10/ Karena mereka sibuk hidup dalam kerja membangun visi besarnya, bukan sibuk minta SS nya mastah!

11/ Kosakata mereka hanyalah fokus, kerja, improvement, kemajuan, dan perbaikan

12/ Orang-orang ini sedang membangun sebuah kerajaan yang mungkin saat ini cuma dia yang bisa melihatnya

13/ Karena kebetulan saya suka Lego, maka saya akan ambil perumpamaan saat saya lagi susun lego. Bikin lego itu kalau partnya sudah ribuan, ngeliatnya aja lemes. Tapi semangat! Kunci awalnya, liat dulu gambar besarnya, mau bikin apa. Oh rumah, oh mobil, dsb.

14/ Lalu kita mulai buka halaman 1, ikutin aja RENCANA yang sudah dibuat. Part yang ini taruh disini. Yang itu taruh disitu. Pas lagi bikin, istri saya datang dan komentar, “mau bikin apa sih? Ribet gitu”

15/ Nah karena dia nggak liat GAMBARAN BESAR nya, makanya dia bingung. Sedangkan kita, fokus terus maju halaman demi halaman. Ada salah, evaluasi mundur. Terus step by step

16/ Sehari kemudian, baru keliatan bentuk2 umumnya. Tapi ini belum selesai! Baru keliatannya aja. Ada rasa males, krn udah berjam-jam. Males. Pengen dikerjain besok aja

17/ Tapi liat lagi halaman-halaman depannya, “ah kayaknya sebentar aja”.. Jadinya dikerjain lagi.

18/ Pas sudah jadi, istri komentar lagi (karena dia gak suka lego), “Oh gini doang..” Ya emang gitu doang sih!!

19/ Yang susah itu mencari, menemukan, menghubungkan setiap part2 itu

20/ Kalau semua sudah ketemu, ya enak tinggal pasang.

21/ Sama dengan saat kita menyusun rangkaian kehidupan kita. Kita mesti punya panduannya, bukunya, rencananya mau kemana. Lalu… kerjakan! Mungkin Anda lelah, istirahat dulu gak masalah. Tapi lanjutin yang sudah dikerjain! Jangan beli lego baru sebelum yang ini kelar.

Gak peduli itu apa, selesaikan. Satu motivasi buat Anda, “kalau Anda memutuskan untuk membuat sebuah mahakarya, maka selesaikan lah apa yang sudah Anda mulai”

22/ Semua teknik itu sederhana. Teknik fb ads sederhana, teknik seo sederhana, teknik adwords sederhana. Yang rumit itu adalah melawan diri sendiri untuk terus semangat mengerjakan itu semua

23/ Jadikan 2017 besok adalah #tahunfokus yang prestasi Anda bisa dibanggakan oleh Istri Anda di hadapan anak-anak. Jangan kecewakan istri dan orang-orang yang telah percaya kalau Anda bisa membawa perubahan keluarga dan orang lain menjadi lebih baik.

Tabik.


Disadur dari channel telegram saya, scaleup. 

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*