Kenapa Harus Investasi Properti?

Sebelum saya masuk ke dalam inti diskusi saya kali ini, saya ingin memastikan dulu bahwa kita bicara dengan frekuensi yang sama.

Saya berbusa-busa cerita properti, tapi Anda tidak suka properti, salah sambung dong? Hehehe.. Oke. Kenapa harus properti mas?

Apakah Anda pernah berpikir, kenapa investasi properti begitu digemari oleh para taipan?

Jawaban yang paling sederhana: properti adalah sebuah aset bisnis yang bisa tetap tumbuh walaupun tidak diapa-apakan!

Anda boleh tidak percaya, tapi mari kita bandingkan dulu dengan harga emas.

Harga Emas 5 Tahun Terakhir

Lah! Harga emas malah turun bapak ibu.

Para penganjur investasi emas, sekarang agak kebingungan dan gagap, karena sudah ditahan sampai 5 tahun, eh ternyata malah turun. Kerugiannya kalau dihitung-hitung lebih dari 20% kalau sudah mempertimbangkan inflasi.

Itulah kenapa, pada masa sulit, orang tetap berpegang pada properti, baik landed house ataupun apartemen.

Nah, pernyataan saya diatas yang “tumbuh walaupun tidak diapa-apakan”, tentu saja dengan syarat.

Syaratnya adalah Anda memilih properti yang benar.

Properti yang benar, bukan masalah landed house ataupun apartemen, melainkan memenuhi syarat-syarat properti tumbuh. Apa saja itu? Nanti akan kita ulas.

Syarat Investasi Properti

Meskipun bab ini akan klise dan umum, tapi ini adalah pakem yang tidak boleh Anda langgar.

1. Lokasi

Properti APAPUN, jika berada di lokasi yang benar, maka akan terjadilah “tambah mahal walaupun tidak diapa-apakan”. Sebagai contoh, tahun 2010 saya membeli sebuah ruko di Jl. Purwakarta, Bandung, seharga 800-an juta. Bagi saya waktu itu sudah mahal. Saya beli pakai cicilan.

Pas sudah dibeli, baru ketauan ternyata desain bangunannya nggak banget. Tidak pakai arsitektur, asal bangun. Pokoknya jadi. Wah saya ngerasa rugi. Intinya secara bangunan, bukan selera saya banget. Waktu itu beli emosi, karena lokasinya bagus.

Hari ini, harganya sudah 2,5M. Artinya itu 8 tahun yang lalu, naiknya sekarang 3x lipat. Kalo waktu itu uangnya saya belikan emas, walah… bangkrut! hahaha..

Contoh lain, saya beli rumah taun 2013 di daerah Parakan Saat, Bandung juga. Kok bandung terus mas? Karena saya tinggal di Bandung. Hehehe.. Waktu itu beli hanya 330 juta. Itupun beli nyicil. Nyicilnya ke yang punya rumah selama setahun. Sekarang, sudah di kisaran 700-800 jutaan. Naik lagi 2,5x lipat!

Kenapa bisa naik berkali-kali lipat gitu mas? Ya itu semua karena lokasinya benar. Walaupun propertinya jelek secara bangunan. Bangunan bisa di renovasi, tapi lokasi nggak bisa dipindah-pindah kan.

2. Dekat dengan Crowd/Keramaian, atau Pusat Aktivitas

Semua properti yang saya beli, selalu pakai pakem ini. Yang ada di Bandung, Jl Purwakarta, ramainya luar biasa kalau pagi/sore. Sama juga di Parakan. Dekat dengan Gedebage yang notabene akan jadi pusat aktivitas Bandung Timur.

Tidak akan terjadi saya beli sawah di gunung. Naik sih harganya.. tetep.. tapi lama! Sedangkan kalau di pusat aktivitas, itu akan sangat cepat naiknya. Beberapa crowd yang bisa Anda pilih:

  • Kampus
  • Pasar
  • Jalan utama

Triknya, Anda bisa cari Indomaret. Kalo properti Anda dekat dengan Indomaret atau Alfamart, maka bisa dipastikan daerah sana tumbuh. Semua properti saya bisa dipastikan dekat dengan Indomaret dan kampus.

3. Clear secara aspek legal

Ini syarat mutlak ya. Jangan beli properti aneh-aneh, dengan aspek legal yang tidak jelas. Sertifikatnya jelas, pengembangnya jelas, izin-izinnya jelas, semua harus clear, tidak boleh ada cacat sedikitpun.

Triknya: Anda bisa minta bantuan notaris sebelum melakukan jual beli properti. Berkonsultasilah dengan mereka, tanyakan apa yang harus Anda lakukan, karena memang para notaris/PPAT dilatih untuk membantu transaksi pertanahan.

4. Tidak terlalu mahal

Saya sih prefer properti dibawah 1M, supaya mudah dijual. Kasus khusus ruko saya yang ada di Bandung, itu secara alamiah naik sendiri harganya dan memang sudah ada yang nawar segitu. Mungkin 1-2M masih masuk ambang batas toleransi lah. Tapi kalo sudah puluhan M kayak rumahnya tersangka First Travel, wahhh kacau. Siapa yang bisa beli? Hahaha..

Nah, sekarang mas Army bawa-bawa Dramaga Studento, apa itu? Saya pengen tau.

Dramaga Studento

Jadi Dramaga Studento ini awalnya adalah Dramaga Tower namanya. Pembangunannya sudah diawali di tower pertama sekitar 3 tahun yang lalu dan sudah sold out 95%.

Dramaga Tower merupakan proyek apartemen yang dibangun persis di depan kampus IPB, berjarak 500-an meter, bahkan kalo Anda mahasiswa, Anda bisa ke depan gerbang kampus IPB dengan berjalan kaki 10 menit.

Karena satu dan lain hal, ownership dari pengembangan Dramaga Tower berkolaborasi dengan pengembang yang baru. Oleh karena itu, terjadi perombakan konsep besar-besaran.

Dramaga Studento merupakan versi refreshment dari Dramaga Tower. Kami merasa konsep dulu awalnya kurang fresh dan segmented kepada mahasiswa.

Sekarang, kami akan build apartemen ini cocok dengan mahasiswa dan lingkungan belajar.

Beberapa fasilitas yang sudah direncanakan ada:

  • Coworking space,
  • Internet hyper speed,
  • Kantin/kafetaria,
  • dsb.

Daftar Pertanyaan Yang Ada Di Kepala Anda:

1. Mas, apakah ini pasti dibangun?

Tenang bapak ibu, ini sudah tower kedua yang kami bangun. Yang pertama, SOLD OUT. Kami kerepotan dikejar-kejar konsumen, ditanya terus, kapan tower kedua sudah boleh dibeli.

2. Ini perizinannya gimana mas?

Kalo developer yang masih bermasalah perizinannya, tidak bisa bikin 1 bangunan pun. Lha ini sudah jadi 1 tower, dan kami sudah akuisisi 50 Ha lahan di samping-sampingnya.

3. Lokasinya? Tumbuh?

Oke, saya jelaskan.

  • Berada di depan IPB persis. IPB tahun ini menerima sekitar 10,000 mahasiswa dan meningkat tiap tahunnya. Dan ini IPB loh, bukan kampus swasta. Institut Pertanian Bogor, almamater bapak presiden SBY.
  • Akses luar biasa. Selain tol yang sudah ada, apartemen kita tepat berada di perlintasan 2 mega proyek jalan: tol BORR dan Laladon-Dramaga. Silakan simak ilustrasi di bawah.

4. Coba hitung-hitungan bisnisnya mas

Berikut ini saya mencoba untuk coret-coret ilustrasi kenapa investasi properti, khususnya di Dramaga Tower/Dramaga Studento memberikan hasil optimal

5. Oke, sekarang berapa harganya dan gimana cara bayarnya?

Anda boleh bandingkan harga Dramaga Studento dengan seluruh apartemen lain di Jakarta dan Bogor. Harga yang kami berikan sangat kompetitif, berkisar 200-300 jutaan per unit.

Kalau Anda jeli, ada uang nganggur, paham market, maka ini ibarat lumbung emas yang lupa dikunci dan ditinggal sama pemiliknya. Tinggal ambil aja, 1-2 taun kedepan akan boom harganya, apalagi setelah masa-masa pilpres usai.

Cara bayarnya suka-suka Anda, kami bisa membantu. Mau cash, cash bertahap, cicilan, apapun caranya, kami bisa siapkan.

Oke mas gini aja, saya tertarik, mau mikir dulu, bisa kirimin brosur detailnya ke saya nggak? 

Sangat bisa bapak ibu, silakan isi form dibawah ini: