[shopify] Start The Engine

Berikut ini adalah resume dari sharing yang saya berikan di channel @scaleup mengenai starting shopify.

1/ Platform yang biasa kita gunakan, namanya shopify. Selain itu banyak. Itu teknis aja dan cocok-cocokan. Intinya adalah jualan di luar negeri.

2/ Modal yang dibutuhkan cukup besar, dan nggak bisa dikerjakan asal-asalan, ala kadarnya. Mungkin bisa di awal kita dropship untuk memulai aja.

3/ Seperti halnya toko online pada umumnya, kalo dikerjakan tanpa visi, pastinya akan angin-anginan dan pasti tutup

4/ Visinya apa? Sekedar dropship? Apa hanya coba-coba? Tergiur dengan SS orang-orang?

5/ Visi ini akan menentukan seberapa kuat kita bertahan di bisnis. Apapun itu.

6/ Siapa yang mau mengeluarkan budget belasan juta/puluhan juta kalau nggak betul-betul harus dikuatkan visinya? Kalau cuma coba-coba, mendingan nggak usah dimulai

6/ Itu baru untuk mempelajari marketnya. Belum nanti learning curve

8/ Learning curve, lihat gambar diatas. Biasa yang belum pernah mulai, selalu tergiur. Liat di fase awal. Clueless. Kita nggak tau apa yang kita nggak tau.

9/ Ini adalah kurva belajar untuk APAPUN. Termasuk shopify. Termasuk toko online. Termasuk FB ads. Semuanya. Coba renungkan

10/ Siap nggak untuk berada dalam masa lembah? Tingkat kekhawatiran meningkat. Tidur kurang. Makan nggak enak

11/ Saya menjelaskan begini, bukan untuk nakut-nakutin. Tapi memberitahu secara realistis bahwa semua apapun hal itu butuh untuk ditekuni

12/ Hal-hal yang mendasar dari shopify dropshipping : Cashflow (classic issue for all business).

13/ Ada saat kita mengalami PP limit, tingkat return banyak, refund, out of stock, dsb yang mengganggu cashflow kita

14/ Belum lagi masalah payment, vendor, dsb yang juga menyita pikiran

15/ Kalau sudah pasang niat mulai jangan mundur. Kalau ragu, mending nggak usah dimulai.

16/ Kita sudah harus mulai menentukan apa yang terbaik yang bisa kita lakukan, dan berhenti melihat kehidupan orang lain.

17/ Kalau gampang tertarik lihat SS orang, lihat cerita orang, tergiur dengan penghasilan orang, lama-lama hidup kita berantakan sendiri

18/ Untuk menyelesaikan learning curve itu, kita butuh waktu yang cukup lama. Nama kerennya: deliberate practice

19/ Umumnya dikatakan orang kita harus menempuh 10,000 jam. Tapi itu cuma gambaran kasar aja. Intinya adalah continues improvement (perbaikan terus menerus)

20/ Mana mungkin bisa dilakukan continues improvement kalo fieldnya beda-beda terus??

21/ Kalau Anda terus menerus tekun di 1 field yang sama, apapun itu akan menjadi penghasilan yang menyejahterakan

22/ Setiap orang punya timezone nya masing-masing, maka itu kita fokus pada timezone kita sendiri. Contohnya: kalau kita punya toko online dengan 1000 buyers, jangan bandingkan dengan yang sudah punya 10.000 buyers. Di timezone-nya, dia sudah mencapai siang hari, sementara Anda baru jam 7 pagi. Paham ya maksudnya?

23/ Sama juga membandingkan toko online lokal anda dengan shopify. Itu nggak apple to apple

24/ Toko online lokal, kelebihannya justru di cashflow. Langsung cash di awal. Tapi ada ribetnya, membangun SDM. Makanya SaleStock mati-matian investasi di pengembangan SDM. Tandanya mereka cuma siap dengan 1 kemungkinan: Menang.

25/ Kalo toko online lokal, jiwa-jiwa service-nya harus bener-bener dikuatkan di awal, karena proses scaleup nya menambah CS

26/ Kalo shopify, cashflow yang jadi badainya. Untung sih besar, tapi ditahan paypal. Untung sih besar, tapi tiba-tiba kena refund semua sama payment gateway karena suspicious. Untung gede, tapi setelah barang sampe, di chargeback sama customer

27/ Di Shopify yang paling penting adalah konsumen puas dengan barangnya, dan sampenya cepet. Kalau masih belajar awal untuk memahami market US, kita bisa dropship dulu. Tapi kalau mau serius di Shopify sampe bener-bener bisa dapet kayak orang-orang di luar sana $5M per bulan, gak mungkin dropship.

28/ Artinya mulai belajar nyetok sendiri, belajar regulasi bisnis di US, dsb

29/ Tapi every single second is worth it. Sama dengan bisnis lain. Toko online lokal pun, besar banget potensinya

30/ Alibaba, Amazon, semua mau masuk indonesia. Artinya ada potensi besar yang mereka lihat di Indonesia

31/ Nah, balik lagi ke shopify, saya tekankan lagi, kuncinya pengiriman cepat, konsumen puas dengan barangnya. Kalau ada 1-5% yang nggak puas, itu wajar dalam semua bisnis.

32/ Mengenai teknis FB ads, sama aja dengan di lokal. Hanya saja budgetnya memang berbeda. Jauh lebih tinggi

33/ Teknis-teknis itu bisa dipelajari sambil jalan. Yang paling krusial ada di mindset kita. Betul-betul akan terjun ke dalam bisnis tersebut apa nggak?

34/ Mudah-mudahan setelah ini yang mau menekuni market internasional bener-bener punya niat bulat untuk maju atau nggak sama sekali. Bukan anak-anak alay yang mudah tergiur SS terus pindah haluan dan coba-coba (seperti saya dulu).

35/ End

2 Comments

  1. Learning curve itu sama dengan yang dikatakan Mochammad Ali dalam bukunya TAHU DAN PENGETAHUAN mengelompokkan manusia menjadi 4 kelompok, yaitu:
    1. Tahu di Tahunya, yaitu orang yang tahu bahwa dirinya itu tahu. Ciri dari kelompok ini adalah biasanya rendah hati sesuai dengan motto ilmu padi yang semakin berisi semakin menunduk
    2. Tahu di tidak tahunya, yaitu orang yang tahu bahwa dia tidak tahu. Ciri dari kelompok ini adalah suka bertanya untuk mendapatkan tambahan pengetahuan bukan ngetes/nguji kemampuan orang lain.
    3. Tidak tahu di tahunya, yaitu orang yang tidak tahu bahwa dirinya tahu. Ciri dari kelompok ini sering membuat kejutan sekaligus sering terkejut ketika berprestasi (melihat hasil ujian mendapat nilai A atau B. Komentar yang sering kita dengar “kok bisa ya…”)
    4. Tidak tahu di tidak tahunya, yaitu orang yang tidak tahu kalau dirinya tidak tahu. Cirinya antara lain suka bertindak semaunya sendiri, bingung mau bertanya apa.., tidak bisa mengenali masalah.., tidak tahu harus bicara apa…

    Mantap Om..

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*